Prodi Kebidanan Gelar Seminar Terapi Komplementer

Mungkin banyak dari kita, yang belum familier dengan kata “terapi komplementer”, terapi komplementer merupakan metode atau cara untuk menanggulangi penyakit yang dilakukan sebagai pendukung pengobatan medis konvensional atau sebagai pengobatan pilihan lain di luar pengobatan medis yang konvensional.

Saat ini, terapi komplementer mulai banyak dilirik oleh praktisi kesehatan, karena sebenarnya terapi ini sudah ada sejak jaman nenek moyang kita dan merupakan kearifan lokal serta masih banyak dilakukan sampai dengan sekarang. Hanya saja, pada saat itu, nenek moyang kita hanya melakukannya karena kebiasaan atau tradisi, sedangkan saat ini terapi komplementer yang digunakan oleh praktisi kesehatan adalah yang telah memilki dasar ilmiah yang dapat dipertanggung-jawabkan. Prof. Achir Yani Hamid, DSNc mencontohkan tradisi minum jamu yang sudah ada sejak jaman dulu dan masih sangat relevan hingga sekarang. Beliau juga mencontohkan penggunaan madu sebagai terapi penyakit yang juga masih relevan hingga saat ini.

Untuk menambah pemahaman praktisi kesehatan tentang terapi komplementer, maka pada tanggal 25 Februari 2017, Prodi kebidanan Universitas Malahayati Bandar Lampung menggelar seminar kesehatan tentang terapi komplementer. Pembicara dalam acara seminar ini adalah Prof. Dr. Achir Yani Hamid, DNSc, yang merupakan guru besar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Dr. (Can) Debbyantina, SST, M.Keb dosen pengajar di Prodi Kebidanan Poltekes Jakarta dan Uki Basuki, SKM, M.Kes dari Dinas Kesehatan Propinsi Lampung. Seminar berjalan lancar dan menarik di bawah komando moderator yang juga ketua Prodi Kebidanan Univertas Malahayati Daenty Maternity, SST, M.Keb.   (lima-Dh)

Prodi Kebidanan Kembali Yudisiumkan 133 Mahasiswi

PROGRAM Studi Kebidanan Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati kembali Yudisium kan 133 Mahasiswi, di Ruang MCC, Jumat 16 September 2016. Nampak Wakil Rektor I, dr Achmad Farich MM, dalam sambutannya mengucapkan selamat kepada mahasiswi Kebidanan yang telah diyudisium. Terlihat pula Wakil Rektor III, Dosen, Rohaniawan menghadiri acara sakral ini.

Hari ini dengan wajah merona dan menggunakan kebaya merah muda mereka mengucap sumpah bidan dan menerima selempang sebagai simbol kelulusan mereka. Acara yang diawali dengan membaca ayat suci alquran ini diimami oleh Ustad Fadli dengan penuh penghayatan. Selanjutnya laporan Ketua dan pembacaan SK Yudisium. Setelah itu pengukuhan kelulusan, dilakukan langsung oleh Dekan FKU, dr Tony Prasetya Sp PD.

Yudisium sendiri adalah proses akademik yang menyangkut penerapan nilai dan kelulusan mahasiswa dari seluruh proses akademik. Serta memutuskan lulus atau tidaknya mahasiswa dalam menempuh studi selama jangka waktu tertentu, yang ditetapkan oleh pejabat berwenang yang dihasilkan dari keputusan rapat yudisium.

Acara Yudisium ini diakhiri dengan foto bersama pejabat rektorat, dosen dan Peserta Yudisium.[]

Pengetahuan Kesehatan dari Stand Kebidanan

Pameran Stand yang berisi karya serta ilmi-ilmu yang menarik. Pameran Stand yang termasuk salah satu Acara Dies Natalis ini sangat menarik untuk dilihat. Seperti stand milik mahasiswa Kebidanan yang terdapat banyak buku-buku yang terpapar jelas tentang dunia kesehatan dan kebidanan. Pameran yang diadakan pada Rabu, 19 Agustus 2015 di halaman komplek Kabara Foodcourt.

“Pameran ini bertujuan untuk menyampaikan pengetahuan, informasi dan edukasi tentang kesehatan,”ujar Mahasiswa Kebidanan.

Mahasiswa Kebidanan membuka stand pameran buku-buku. Salah satu penulis buku-buku itu adalah Ketua Program Studi DIII dan DIV Universitas Malahayati yaitu Dainty Maternity SST., M.Keb, beberapa buku karyanya adalah Nifas dan Menyusui (2015), Kehamilan (2015), Persalinan (2015) dan Asuhan Kebidanan Patologis (2015).

Selain itu, disini juga banyak buku-buku KTI dan Skripsi.