Asuhan CoC yang dilakukan oleh mahasiswa Profesi Bidan

Continuity Of Care (COC) merupakan asuhan secara berkesinambungan sebagai upaya penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). CoC merupakan hal yang mendasar dalam model praktik kebidanan untuk memberikan asuhan yang holistik, membangun kemitraan yang berkelanjutan untuk memberikan dukungan, dan membina hubungan saling percaya antara bidan dengan klien. Asuhan yang berpusat pada wanita merupakan landasan filosofis dari Pendidikan kebidanan. Hal ini dimulai dari kontak awal pada masa kehamilan hingga masa setelah persalinan dan mendapatkan pelayanan KB. Model pembelajaran klinik terintegrasi CoC telah diterapkan di profesi bidan Universitas Malahayati yang bertujuan meningkatkan pengalaman klinik mahasiswa, sehingga diharapkan mahasiswa lebih kompeten dalam memberikan pelayanan kebidanan.

OSCE Program Studi Pendidikan Profesi Bidan

Keterampilan mahasiswa dalam memberikan asuhan kebidanan pada pasien secara komprehensif dapat diukur melalui evaluasi hasil belajar yang dapat dilakukan dengan metode Objective Structured Clinical Examination (OSCE). OSCE adalah salah satu metode penilaian kompetensi dan keterampilan klinis yang terstruktur dan objektif. Keuntungan metode OSCE adalah dapat digunakan untuk menguji berbagai kompetensi yang harus dikuasi peserta didik dalam waktu yang relatif singkat, di mana keberhasilan teruji dapat segera diketahui.

Dalam rangkat meningkatkan kompetensi lulusan maka Universitas Malahayati melakukan OSCE pada tanggal 25-26 Agustus 2021 yang diikuti oleh 64 mahasiswa yang terdiri dari 7 area kompetensi dan dilaksanakan dalam waktu 80 menit yang meliputi 7 area kompetensi bidan yaitu 1) komunikasi efektif, 2) Etika legal dan keselamatan pasien, 3) Manajemen kepemimpinan dan kewirausahaan, 4) Promosi kesehatan dan konseling, 5) Pengembangan diri dan profesionalisme, 6) Landasan ilmiah ilmu kebidanan, 7) Ketrampilan klinis dalam praktik kebidanan..

 

Optimalisasi ASI pada ibu nifas

Air Susu Ibu (ASI) adalah susu yang diproduksi oleh ibu untuk dikonsumsi bayi dan merupakan sumber gizi utama bagi bayi tersebut pada masa pertumbuhannya. Di dalam ASI terkandung semua zat gizi yang dibutuhkan bayi. Dalam hal ini dosen prodi profesi Universitas Malahayati melakukan pengabdian masyarakat melalui program optimalisasi ASI dimana dalam kegiatan tersebut diajarkan teknik menyusui yg benar, pijat oksitosin dan pembuatan menu makanan dari olahan daun kelor untuk memperbanyak ASI yang dilaksanakan di RSIA Santa Ana Bandar Lampung.

Praktik kebidanan komunitas yang menghasilkan kesepahaman ibu PKK dan masyarakat

Dalam upaya memecahkan masalah kesehatan ibu dan anak balita di dalam keluarga dan masyarakat, mahasiswa profesi bidan Universitas Malahayati melakukan praktik kebidanan komunitas yang dilakukan pada 21 Juni-12 Juli 2021. Praktik kebidanan komunitas  dilakukan di 6 kelurahan dengan pendekatan interprofesional education (IPE). IPE  adalah suatu pelaksanaan pembelajaran yang diikuti oleh dua atau lebih profesi yang berbeda untuk meningkatkan kolaborasi dan kualitas pelayanan dan pelaksanaanya dapat dilakukan dalam semua pembelajaran, baik itu tahap sarjana maupun tahap pendidikan klinik untuk menciptakan tenaga kesehatan yang professional. Dalam praktik komunitas tersebut menghasilkan kesepahaman ibu-ibu PKK dengan masyarakat dalam pemberantasan stunting, pemeriksaan IVA untuk screening kanker servik serta edukasi pada remaja yang dilakukan dengan penyuluhan serta kunjungan rumah dengan mematuhi protokol kesehatan yang sangat ketat.

PELATIHAN PPGOD

PPGDON adalah training yang berorientasi pada pertolongan penderita pre-hospital. Seperti yang kita ketahui pelayanan medis gawat darurat merupakan salah satu pelayanan yang membutuhkan kecepatan, ketepatan dan kecermatan dalam pelaksanaannya untuk mencegah kematian maupun kecacatan yang dapat dialami oleh pasien. Untuk itu diperlukan tenaga medis yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam menangani kegawatdarutan medis.

Kegawat daruratan dalam kehamilan dan persalinan memiliki kekhusunan tersendiri karena pada ibu hamil atau bersalin pasien yang harus ditangani bukan hanya satu tetapi dua orang yaitu ibu dan bayi yang harus ditangani dalam waktu yang bersamaan. Karena apabila telat sedikit makan akan fatal akibatnya. Sehingga pelayanan medis yang menangani kegawatdaruratan perlu diberikan bekal Pelatihan Penanganan Penderita Gawat Darurat Obstertic Neonatus (PPGDON).

Training PPGDON berfokus kepada kemampuan life saving skill kognitif, efektif maupun psikomotor kegawatdaruaratan obstetitri neonates bagi tenaga kesehatan khususnya para bidan yang terlibat langsung pada prposes persalinan. Dengan harapan mereka telah memiliki skill dasar dalam penanggulangan kegawatdaruratan obstetri neonates, sehingga mampu menangani kasus-kasus dengan kegawatdaruratan medis, serta mampu mempercepat respontime kegawatdaruaratn obstetric neonatus dengan harapan kematian pada ibu dan anak dapat dicegah dengan cepat.

Setelah mengikuti Training Penanganan Penderita Gawat Darurat Obstetric Neonatus (PPGDON) ini peserta diharapkan mampu: 1) Memahami prinsip-prinsip dalam PPGDON, 2) Menyusun SOP penanggulangan gawat darurat obstetric naeonatal dalam menunjang PONEK, 3) Menerapkan prinsip PPGDON dalam PONEK di rumah sakit, 4) Memberikan pelayanan kegawat daruratan khususnya bagi ibu dan bayi dalam mendukung PONEK secara optimal, 5) Memahami prinsip-prinsip dalam PPGDON, 6) Mengintegrasi dan memperagakan penanganan kegawat daruratan dalam penanganan komplikasi ibu dan bayi mengindentifikasi/menyusun protap-protap kegawatdaruratan dalam PONEK. Universitas Malahayati Prodi Profesi telah mefasilitasi mahasiswa untuk mendaptkan pelatihan PPGDON yang dilakukan di RSUP Hasan Sadikin Bandung yang dilaksanakan pada 24-26 Februari 2020.

Pemenang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM)

Mirna Lisa  merupakan mahasiswa prodi profesi bidan yang memenangkan hibah Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang penelitian dengan judul “Pengaruh alat permainan edukasi terhadap perkembangan motorik halus anak TK usia 4-6 tahun”.