Anita Bustami , Yuli Caturini , Rosmiyati; Jurnal Faktor Yang Berhubungan Dengan Lesi Prakanker Serviks Dari Hasil Pap Smear Di Rumah Sakit Umum Daerah May Jen HM Ryacudu Kotabumi Lampung Utara 2015

Lesi prakanker disebabkan oleh tumbuhnya jamur yang disebut sebagai kandida.di rumah sakit umum daerah May.Jen. HM. Ryacudu Kota Bumi Lampung Utara pada bulan Januari– Desember 2014, dari 425 wanita usia subur yang melakukan pap smear, sebanyak 5 orang (1,1%) terdeteksi kanker rahim stadium 1b, 57 orang (13,4%) mengalami lesi prakanker. Untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan lesi prakanker serviks dari hasil pap semar di rumah sakit umum daerah May.Jen. HM. Ryacudu Kotabumi Lampung Utara tahun, 2014.

Hal tersebut menjadi dasar  Anita Bustami , Yuli Caturini , Rosmiyati melakukan sebuah penelitian yang tercantum dalam jurnal yang berjudul “Faktor Yang Berhubungan Dengan Lesi Prakanker Serviks Dari Hasil Pap Smear Di Rumah Sakit Umum Daerah May.Jen. HM. Ryacudu Kotabumi Lampung Utara 2015”.

Berikut Selengkapnya Jurnal 2-anitab_yulic_rosmiyati

Rosmiyati; Jurnal Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pre Eklampsia Di Rumah Sakit Umum Daerah Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2013

Bernama lengkap Rosmiyati,SSiT.,M.Kes.,sudah bergabung dengan Malahayati sejak 2008 dan ia merupakan salah satu tenaga pengajar untuk program studi kebidanan. Ia ditemui malahayati.ac.id di Ruang Laboratorium Universitas Malahayati saat menguji ASUHAN Persalinan Normal (APN). Rabu, 9 September 2015.

Ia memulai pendidikan DI dan DII Akademi Kebidanan di Poltekkes Tanjung Karang, lalu melanjutkan DIV Stikes Mitra Ria Husada di Jakarta. Ia menjadi dosen pengampuh mata kuliah konsep kebidanan, kebidanan komunitas dan etika.

Selain mengajar ia juga kerap melakukan sebuah penelitian. Salah satu penelitiannya tercantum dalam jurnal yang berjudul “Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Pre Eklampsia Di Rumah Sakit Umum Daerah Menggala Kabupaten Tulang Bawang Tahun 2013”. Berikut selengkapnya rosmiati

Dewi Yuliasari; Jurnal Hubungan Penggunaan KB Pil Kombinasi dengan Produksi ASI pada Ibu Menyusui di Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran tahun 2014

AIR Susu Ibu (ASI) merupakan cairan putih yang dihasilkan oleh kelenjar payudara wanita melalui proses laktasi. ASI terdiri dari berbagai komponen gizi dan non gizi. Sekresi ASI diatur oleh hormon prolaktin dan oksitosin. Cakupan pemberian ASI eksklusif terendah berada di wilayah kerja Puskesmas Bernung yaitu 9,8%.

Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi ASI antara lain adalah makanan, ketenangan jiwa dan fikiran, penggunaan alat kontrasepsi, perawatan payudara, anatomis payudara, factor fisiologi, pola istirahat, factor isapan anak atau frekuensi penyusuan, berat badan bayi, umur kehamilan saat melahirkan, konsumsi rokok dan alcohol. Penggunaan pil kontrasepsi kombinasi estrogen dan progestin berkaitan dengan penurunan volume dan durasi.

Hasil presurvey yang peneliti lakukan pada tanggal bulan Mei 2014 dengan teknik wawancara bebas kepada 10 ibu Menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Kedondong didapat 6 orang (60%) mengatakan pengeluaran ASI lancar dan 4 orang (40%) mengatakan pengeluaran Asi tidak lancar, 5 orang (50%) menggunakan alat kontrasepsi jenis pil Kombinasi dan 5 orang (50%) tidak menggunakan alat kontrasepsi.

Berdasarkan hasil prasurvey itu yang membuat Dewi Yuliasari tertarik melakukan sebuah penelitian yang tertuang dalam jurnal yang berjudul “Hubungan Penggunaan KB Pil Kombinasi dengan Produksi ASI pada Ibu Menyusui di Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran tahun 2014“. Tujuan penelitian diketahui hubungan penggunaan KB Pil dengan produksi ASI pada ibu menyusui di Wilayah Kerja Puskesmas Bernung Kabupaten Pesawaran Tahun 2014.

Baca selengkapnya:

Jurnal Penelitian Dewi Yuliasari

Devi Kurniasari; Jurnal Hubungan Usia, Paritas dan Diabetes Melitus pada Kehamilan dengan Kejadian Preeklamsia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbia Kanupaten Lampung Tengah tahun 2014

UNITED Nations International Children’s Emergency Found (UNICEF) (2012) menyatakan bahwa setiap tahun hampir 10.000 wanita meninggal karena masalah kehamilan dan persalinan. Kehamilan sebagai keadaan yang fisiologis dapat diikuti proses patologis yang mengancam keadaan ibu dan janin (Mansjoer, 2001). Menurut WHO terdapat sekitar 585.000 ibu meninggal per tahun saat hamil atau bersalin dan 58,1% diantaranya dikarenakan oleh pre eklampsia dan eklampsia (Manuaba,2007).

Kematian ibu di Indonesia salah satunya disebabkan oleh hipertensi dalam kehamilan (preeklamsia) hingga eklamsi. Angka kejadian preeklamsi di dunia yaitu sekitar 3-10%, Indonesia 9,8-25%, Provinsi Lampung sebanyak 59 kasus dan di Kabupaten Lampung Tengah sebesar 12,5%. Faktor resiko terjadinya preeklamsia antara lain usia, paritas dan penyakit diabetes melitus pada ibu hamil. Berdasarkan hasil data prasurvey diketahui angka kejadian preeklamsia di wilayah kerja Puskesmas Rumbia pada tahun 2012 yaitu 53 kasus dari 815 ibu hamil dan tahun 2013 yaitu 62 kasus dari 743 ibu hamil.

Hal itu yang membuat Devi Kurniasari SST Mkes, dosen Kebidanan Universitas Malahayati melakukan penelitian “Hubungan Usia, Paritas dan Diabetes Melitus pada Kehamilan dengan Kejadian Preeklamsia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Rumbia Kanupaten Lampung Tengah tahun 2014“. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia, paritas, dan diabetes mellitus pada ibu hamil dengan kejadian preeklamsia pada kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Rumbia tahun 2014.

Baca selengkapnya:

Jurnal Penelitian Devi Kurniasari