Yuli Yantina; Jurnal Pengaruh Pemberian Jus Sirsak Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Di Dusun Iii Taqwasari Desa Natar Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan

Asam urat merupakan produk akhir dari metabolisme purin. Kadar asam urat normal pada wanita dewasa 2,5- 5,7 mg.dl . Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Lampung tahun 2013 diketahui bahwa kasus asam urat yaitu sebanyak 23.352 kasus. Buah-buahan dan sayuran yang dikonsumsi dalam bentuk jus sangat baik dikonsumsi oleh penderita asam urat. Salah satunya adalah jus sirsak. Jus sirsak mengandung vitamin c yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat membantu menghambat produksi enzim xantin oksidase yang bisa menghambat pembentukan asam urat sehingga dapat menurunkan kadar asam urat.

Hal tersebut menjadi dasar Yuli Yantina membuat sebuah penelitian yang tercantum dalam jurnal yang berjudul “Pengaruh Pemberian Jus Sirsak Terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Di Dusun Iii Taqwasari Desa Natar Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan”

Berikut selengkapnya 7-yuli

Dainty Maternity dan Ida Ayu Kadek; Jurnal Hubungan Konsumsi Tablet Besi (Fe) Dengan Kejadian Anemia Di Bidan Praktek Swasta (Bps) Nengah Astiti Sidorejo Lampung

Ibu hamil memiliki resiko yang lebih tinggi untuk mengalami anemia defisiensi zat besi. Sangat erat kaitannya konsumsi tablet fe dengan kadar hemoglobin pada ibu hamil,kadar hemoglobin < 11 gr% menyebabkan anemia. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan Konsumsi Tablet Fe Dengan Kejadian Anemia Di Bps Nengah Astiti Sidorejo Lampung Timur 2013.

Hal tersebut mendasari Dainty Maternity dan Ida Ayu Kadek melakukan sbuah penelitian yang tercantum dalam  Jurnal yang berjudul “Hubungan Konsumsi Tablet Besi (Fe) Dengan Kejadian Anemia Di Bidan Praktek Swasta (Bps) Nengah Astiti Sidorejo Lampung”

Berikut Selengkapnya 7. Denty Materniti, Ida Ayu Kadek, Anemia, Fe

Nurul Isnaini; Karakteristik Penyebab Terjadinya Ketuban Pecah Dini Di RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung

LIMA penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan, infeksi, eklampsi, partus lama, dan komplikasi abortus. Infeksi sebagai salah satu penyebab kematian ibu dapat terjadi selama masa kehamilan, persalinan dan nifas. Sekitar 25% infeksi intrauterin disebabkan oleh ketuban pecah dini, makin lama jarak antara ketuban pecah dengan persalinan, makin tinggi pula risiko morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. (Susilawati, 2009).

Insiden ketuban pecah dini berkisar 2,7% sampai 17,5%, bergantung pada lama periode laten yang digunakan untuk menegakkan diagnosis. Insiden ketuban pecah dini lebih tinggi pada wanita dengan servik inkompeten, polihidroamnion, malpresentasi janin atau kelainan letak, kehamilan kembar, atau infeksi vagina/serviks.

Trend kejadian ketuban pecah dini dalam 4 tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Tahun 2011 kejadian ketuban pecah dini sebesar 6,13%, tahun 2012 kejadian ketuban pecah dini sebesar 8,23%, tahun 2013 kejadian ketuban pecah dini sebesar 9,31%, tahun 2014 sebanyak 9,8%.

Berdasarkan data tersebut, dan terus meningkatnya angka kejadian ketuban pecah dini di Provinsi Lampung. Nurul Isnaini, dosen Kebidanan Universitas Malahayati tertarik melakukan penelitian yang ia tuangkan kedalam jurnal dengan judul “Karakteristik Penyebab Terjadinya Ketuban Pecah Dini Di RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung”.

Baca selengkapnya:

Jurnal Penelitian Nurul Isnaini