Prodi Kebidanan DIII Gelar Akreditasi

Prodi Kebidanan DIII Gelar Akreditasi

Program Studi D III Kebidanan Melakukan pemeriksaan Data Penunjang untuk akreditasi pada 12-13 Mei 2017. Assesor yang melakukan visitasi pada akreditasi kali ini yaitu Ismarwati, SKM.,SST.,M.Ph dan Sri Sumarni, M.Mid yang disambut oleh bapak Rektor Dr.Muhammad Kadafi,SH,MH di ruang Rapat Universitas Malahayati Bandar Lampung. Acara Akreditasi ini dihadiri Oleh Rektor,Wakil Rektor,Dekan dan seluruh dosen Prodi DIII Kebidanan Unmal.

Rektor Dr.Muhammad Kadafi,SH,MH menyambut tim Assesor.

Assesor kemudian mengunjungi fasilitas Universitas Malahayati seperti: Perpustakaan, Laboratorium, CBT, OSCE, dan Ruang Kebidanan Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin. Selain mengunjungi fasilitas yang ada di Universitas Malahayati, Assesor juga mengunjungi Lahan Praktik bidan yang bekerja sama dengan Prodi DIII Kebidanan Universitas Malahayati. Kunjungan Masih terus berlangsung hingga sore hari selama dua hari. harapan seluruh civitas Universitas Malahayati Kunjungan Tahun ini bisa berjalan dengan lancar.

Kaprodi Kebidanan bu Dainty Maternity,S.ST,M.Keb sedang Mempresentasikan Profil Prodi DIII Kebidanan Unmal.

 

Asesor Mengunjungi Perpustakaan Universitas Malahayati.

Asesor Mengunjungi Laboratorium dan CBT.

Kaprodi dan Tim Assesor mengunjungi ruang OSCE dan Laboratorium Komunitas.

Dosen dan Tim Assesor mengunjungi Rumah Sakit Pertamina Bintang Amin

Prodi Kebidanan Gelar Seminar Terapi Komplementer

Mungkin banyak dari kita, yang belum familier dengan kata “terapi komplementer”, terapi komplementer merupakan metode atau cara untuk menanggulangi penyakit yang dilakukan sebagai pendukung pengobatan medis konvensional atau sebagai pengobatan pilihan lain di luar pengobatan medis yang konvensional.

Saat ini, terapi komplementer mulai banyak dilirik oleh praktisi kesehatan, karena sebenarnya terapi ini sudah ada sejak jaman nenek moyang kita dan merupakan kearifan lokal serta masih banyak dilakukan sampai dengan sekarang. Hanya saja, pada saat itu, nenek moyang kita hanya melakukannya karena kebiasaan atau tradisi, sedangkan saat ini terapi komplementer yang digunakan oleh praktisi kesehatan adalah yang telah memilki dasar ilmiah yang dapat dipertanggung-jawabkan. Prof. Achir Yani Hamid, DSNc mencontohkan tradisi minum jamu yang sudah ada sejak jaman dulu dan masih sangat relevan hingga sekarang. Beliau juga mencontohkan penggunaan madu sebagai terapi penyakit yang juga masih relevan hingga saat ini.

Untuk menambah pemahaman praktisi kesehatan tentang terapi komplementer, maka pada tanggal 25 Februari 2017, Prodi kebidanan Universitas Malahayati Bandar Lampung menggelar seminar kesehatan tentang terapi komplementer. Pembicara dalam acara seminar ini adalah Prof. Dr. Achir Yani Hamid, DNSc, yang merupakan guru besar Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Dr. (Can) Debbyantina, SST, M.Keb dosen pengajar di Prodi Kebidanan Poltekes Jakarta dan Uki Basuki, SKM, M.Kes dari Dinas Kesehatan Propinsi Lampung. Seminar berjalan lancar dan menarik di bawah komando moderator yang juga ketua Prodi Kebidanan Univertas Malahayati Daenty Maternity, SST, M.Keb.   (lima-Dh)