Nurul Isnaini; Karakteristik Penyebab Terjadinya Ketuban Pecah Dini Di RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung

LIMA penyebab utama kematian ibu adalah perdarahan, infeksi, eklampsi, partus lama, dan komplikasi abortus. Infeksi sebagai salah satu penyebab kematian ibu dapat terjadi selama masa kehamilan, persalinan dan nifas. Sekitar 25% infeksi intrauterin disebabkan oleh ketuban pecah dini, makin lama jarak antara ketuban pecah dengan persalinan, makin tinggi pula risiko morbiditas dan mortalitas ibu dan janin. (Susilawati, 2009).

Insiden ketuban pecah dini berkisar 2,7% sampai 17,5%, bergantung pada lama periode laten yang digunakan untuk menegakkan diagnosis. Insiden ketuban pecah dini lebih tinggi pada wanita dengan servik inkompeten, polihidroamnion, malpresentasi janin atau kelainan letak, kehamilan kembar, atau infeksi vagina/serviks.

Trend kejadian ketuban pecah dini dalam 4 tahun terakhir terus mengalami peningkatan. Tahun 2011 kejadian ketuban pecah dini sebesar 6,13%, tahun 2012 kejadian ketuban pecah dini sebesar 8,23%, tahun 2013 kejadian ketuban pecah dini sebesar 9,31%, tahun 2014 sebanyak 9,8%.

Berdasarkan data tersebut, dan terus meningkatnya angka kejadian ketuban pecah dini di Provinsi Lampung. Nurul Isnaini, dosen Kebidanan Universitas Malahayati tertarik melakukan penelitian yang ia tuangkan kedalam jurnal dengan judul “Karakteristik Penyebab Terjadinya Ketuban Pecah Dini Di RSUD Dr.H.Abdul Moeloek Provinsi Lampung”.

Baca selengkapnya:

Jurnal Penelitian Nurul Isnaini

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *